Tampilkan postingan dengan label rossi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rossi. Tampilkan semua postingan

Persiapan The Doctor Untuk MotoGP Sachsenring

Di MotoGP Sachsenring Jerman Valentino Rossi akan kembali melakukan eksperimen dengan GP11.1 seperti yang sudah ia lakukan di Mugello.

Rossi baru sekali naik podium saat race di Le Mans Prancis itupun posisi ketiga,selebihnya rider Ducati itu lebih sering tampil kurang memuaskan sehingga kini hanya bisa menempati posisi empat dalam klasemen sementara pembalap.

Pada seri yang lalu di Mugello, saat finis keenam.Rossi mengubah pegesetan  GP11.1,namun ia masih butuh data lebih banyak untuk menemukan pengaturan yang tepat.

"Di Mugello, kami mulai bekerja dengan pengaturan yang arahnya belum pernah kami coba. Kami menggunakannya dalam pemanasan di hari Minggu (lalu) jadi kami belum banyak menghabiskan waktu dengan pengaturan itu," ujar Rossi di Crash.

"Motornya bekerja lebih baik dalam balapan ketimbang saat latihan, tapi kami butuh lebih banyak eksperimen dengan pengaturan ini," lanjutnya.

"Di Sachsenring kami akan lihat apakah itu bisa jadi titik awal yang bagus. Lintasannya cukup rumit di beberapa bagian, tapi itu adalah sirkuit yang aku suka."

"Tahun lalu aku kembali membalap di Jerman setelah patah kaki dan balapannya berjalan bagus. Kami harap cuaca dan temperaturnya akan baik, karena kami harus mengerjakan pengaturannya sebaik mungkin sebelum balapan," harap Rossi.
Dengan bermodalkan pengaturan anyar tersebut Rossi mengharapkan hasil yang lebih baik di Sachsenring nanti
[lanjut]

Rossi Puas dengan Performa GP12


Setelah menyelesaikan uji coba Desmosedici GP12 dalam sebuah sesi privat di Mugello, Rabu (15/6/11)Valentino Rossi merasa yakin, Ducati bakal kompetitif pada MotoGP musim 2012 yang menggunakan mesin 1.000cc.

The Doctor  mengaku terkesima dengan kemajuan GP12. “Hasil tes sangat positif. Respon mesin sangat baik, ini berbeda dibanding saat pertama kali mencoba beberapa bulan lalu. Kami memang harus menunggu dan melihat performa lawan dengan komposisi mesin baru. Tapi sejauh ini, kemajuan sangat berarti dan saya beruntung karena sudah mengenal prototipe ini dibanding pembalap lain,” kata Rossi, di situs resmi MotoGP, 

Saat sesi ujicoba terakhir, Rossi mengakui sistem hidrolik menjadi piranti yang mendapat perhatian khusus. Pasalnya, dengan kapasitas mesin yang semakin besar, otomotis kerja semua perangkat yang berbau hidrolik, baik rem maupun suspensi, akan bekerja sangat keras. “Untuk yang satu itu, saya masih harus belajar menyesuaikan dan menemukan titik keseimbangan. Ini berhubungan dengan area geometri motor saat melibas tikungan. Faktor itu juga yang tengah kuperbaiki untuk GP11, sebelum ke Assen,” imbuh Rossi, yang mengaku sangat menikmati ‘pesona’ GP12 sepanjang ujicoba

Ducati terus melakukan pengembangan motor untuk musim 2012, dan mereka membuat langkah yang lebih maju dibandingkan dua rivalnya yang merupakan tim pabrik, Honda dan Yamaha--karena sudah tiga kali melakukan uji coba. Sejauh ini, hanya Honda yang merupakan salah satu tim pabrik, yang sudah mengetes model mesin 1.000cc. Yamaha diharapkan dalam waktu dekat ini melakukan hal serupa, sedangkan Suzuki masih menjadi tanda tanya, apakah musim depan mereka ikut kompetisi atau tidak. 
[lanjut]

Rossi Masih Kesulitan Jinakan Ducati


Penampilan Rossi di seri keenam MotoGP Sirkuit Silverstone Inggris Minggu (12/6/2011) merupakan balapan akhir pekan terburuk bagi Valentino Rossi dan Ducati, dan sepertinya "The Doctor" berpikir bahwa semuanya itu bukan mutlak kesalahan dirinya.

Sebenarnya, sejak awal pekan sudah ada indikasi Rossi bakal kesulitan di GP Inggris. Pasalnya, "The Doctor" tidak punya pengalaman di sirkuit tersebut setelah tahun lalu absen akibat kecelakaan patah tulang kaki di seri sebelumnya, Mugello. Meskipun demikian, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut menilai, ada hal lain lagi yang ikut memengaruhi keterpurukan mereka selama akhir pekan kemarin.

"Saya akan katakan bahwa kesalahan yang terjadi pada balapan di Silverstone harus dibagi secara merata kepada tiga bagian. Saya masih belum bisa menunggangi motor sesuasi yang dikehendaki dan itu kesalahan saya 33%, motor itu sendiri terutama di kondisi trek kering tidak begitu kompetitif dibandingkan dengan Yamaha dan Honda dan bagian lainnya yaitu kesalahan dari tim 33%," kata pembalap Ducati Valentino Rossi, seperti dikutip "GPone".

"Dan akhirnya tim saya membutuhkan waktu kerja lebih efektif lagi selama akhir pekan karena performa motor jauh lebih pelan dari yang digunakan oleh Nicky Hayden. Saya bisa lebih dekat lagi dengan pembalap yang berada di depan di sesi pemanasan pagi hari, tapi ketika balapan justru motor saya susah untuk ditunggangi. Di sisi lain, hasil balapan Hayden jauh lebih bagus bahkan meraih lap tercepat, ini menunjukkan bahwa Ducati kompetitif di kondisi trek basah.

"Mempertimbangkan bagaimana kami menghadapi balapan itu, posisi enam tentu saja hasil positif dan membantu kami untuk tidak terlalu jauh dengan pebalap teratas di klasemen sementara. Posisi empat tidak terlalu buruk," uangkapnya.

Menurut Rossi pembalap yang sudah familiar dengan Ducati (Nicky Hayden) tentunya memiliki keuntungan tersendiri karena motor Ducati ini bereaksi terhadap perubahan dengan cara yang sedikit aneh, tapi bukan berarti yang memiliki pengalaman lebih terhadap motor Ducati performanya jauh lebih bagus. Sebagai buktinya Rossi bisa tampil bagus di sesi pemanasan (warm-up)
[lanjut]

Dengan Ducati Rossi Lebih cepat dari Stoner


Meskipun tertinggal jauh dari stoner dan  hanya finis di posisi kelima pada MotoGP Catalunya, Minggu (5/6)kemarin, Valentino Rossi, ternyata memiliki catatan lebih baik dari Stoner, khususnya di atas motor Ducati.

Seri kelima MotoGP di Catalunya akhir pekan kemarin merupakan race yang membosankan, terutama karena hujan yang sempat mengguyur sebagian lintasan. tetapi ada yang menarik di belakang itu semua, khususnya perbandingan antara, Casey Stoner, dengan penerusnya di Ducati, Valentino Rossi.

Rossi mencatat waktu total 43 menit 27,150 detik dan finis di posisi kelima pada seri Catalunya dengan kondisi trek yang tidak sempurna karena hujan,musim lalu Casey Stoner menembus garis finis dengan catatan waktu terbaik 43 menit 27,761 detik bersama Ducati.

selisih waktu mereka di atas Ducati memang tidak jauh berbeda. Hanya saja, meskipun Rossi finis di posisi kelima pada race kemarin, ia membuat catatan waktu yang lebih baik dari Stoner yang sekarang lebih baik bersama Honda.dari perbandingan tersebut membuktikan ternyata Rossi masih lebih baik dari Stoner jika dilihat dari sisi teknik individu dengan menggunakan motor yang sama.

[lanjut]

Seusai Balapan Rossi Meminta Maaf Ke Stoner

Photobucket
MotoGP 2011 seri kedua di jerez spanyol Minggu (3/4/2011), menghadirkan drama karena tujuh pebalap mengalami kecelakaan. Dari sejumlah insiden tersebut, Valentino Rossi dan Casey Stoner juga terlibat karena mereka bersenggolan di tikungan pertama pada lap ketujuh.Saat akan mendahului pebalap Repsol Honda itu dari sisi dalam, motor Rossi tergelincir dan jatuh sehingga Stoner yang persis di sampingnya harus ikut menanggung akibatnya. Kedua pebalap terjatuh dan bisa bangun lagi, tetapi Stoner langsung masuk garasi, sedangkan Rossi mampu meneruskan balapan dan finis di posisi kelima.Tentang insiden ini, Rossi sudah meminta maaf kepada Stoner. Seusai balapan, "The Doctor" mendatangi garasi Honda untuk menyatakan rasa bersalahnya. Kini, Rossi memberikan keterangan lebih lanjut tentang apa yang terjadi sehingga dia "mengeluarkan" Stoner dari balapan di sirkuit yang sedang basah tersebut.Menurut Rossi, sebenarnya dia tak berusaha untuk menyalip Stoner ketika mereka memperebutkan posisi kedua di GP Spanyol itu. Akan tetapi, perbedaan waktu dalam melakukan pengereman membuat kecelakaan tak terhindarkan.Rossi mengawali balapan dengan sangat bagus. Start dari posisi ke-12, dia langsung naik satu strip dan terus merangsek ke depan. Pada lap ketujuh, dia sudah berada di barisan depan dan punya peluang besar untuk melewati Stoner, yang waktu itu menempati posisi kedua di belakang pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli.Sayang, saat akan mendahului Stoner di tikungan, dia terjatuh dan terjadilah insiden tersebut. Padahal, menurut Rossi, dia berusaha mengerem untuk menghindari senggolan dan berharap Stoner kembali berada di depan."Ketika saya berada di belakang Stoner, saya tidak ingin menyalipnya waktu pengereman. Namun, saya mengerem sedikit lebih dalam dibanding dia, dan saya datang terlalu cepat sehingga tidak punya cukup ruang untuk belok dari sisi luar sehingga saya mencoba untuk lewat sisi dalam untuk mengurangi masalah pada kami berdua. Namun sayang, roda depan tergelincir dan saya juga menyeretnya keluar," urai Rossi."Ini benar-benar kesalahan saya dan saya harus meminta maaf kepada Casey. Saya tahu bahwa dia pasti sangat marah karena dia sama sekali tak membuat kesalahan. Saya langsung pergi minta maaf."
Ketika Rossi pergi meminta maaf kepada Stoner di pit Honda seusai balapan, kamera televisi sempat merekam sedikit percakapan dua pebalap tersebut. Stoner bertanya kepada Rossi mengenai kondisi bahunya, dan pebalap Australia tersebut mengatakan bahwa "ambisi melebihi bakatnya". Rossi hanya tertawa mendengar komentar rivalnya tersebut.
"Saya tidak tahu, mungkin dia tidak tahu persis siapa saya!" ujar Rossi kepada televisi Italia1. "Tapi tidak apa-apa, itu cukup adil, dia pasti marah dan saya pun mungkin demikian. Saya telah melakukan kesalahan dan bagi saya itu sangat penting untuk meminta maaf. Saya tidak begitu tertarik pada apa yang dikatakannya."
Mengenai jalannya balapan, Rossi sangat yakin dia punya kesempatan menjadi pemenang seandainya tidak mengalami kecelakaan. Meskipun demikian, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tetap senang bisa finis di urutan kelima.
"Ketika lintasan basah, saya berhasil membukukan lap tercepat. Jadi, saya punya kesempatan yang bagus untuk memenangi balapan," ungkap Rossi.
"Pada akhirnya, tempat kelima adalah hasil yang positif bila berada di lintasan kering. Namun, di lintasan basah, kami lebih kompetitif. Cuaca saat balapan membuat kami beruntung, dan cuaca itu memberi kami kesempatan besar untuk meraih kemenangan pertama atau podium pertama dengan Ducati. Sayang, saya membuang kesempatan ini dengan melakukan sebuah kesalahan."
Tentang kondisi bahunya, yang sedang dalam proses penyembuhan akibat kecelakaan motokros pada awal tahun lalu, Rossi mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah besar ketika tampil di sirkuit basah.
"Di trek basah saya bisa mengendarai motor 100 persen dengan kondisi bahu yang sekarang," ungkap Rossi. "Saya bisa mengerem dengan kondisi mataku bisa mengatakan untuk mengerem. Usaha pada bahu saat belapan di trek basah jauh lebih kecil lantaran cengkeraman ban kurang. Ini membuat saya optimistis."
[lanjut]

Masalah The Doctor Di Jerez

Photobucket
Ada dua masalah penting yang bisa saja menghambat lajunya The Doctor dalam balapan MotoGP Spanyol di Jerez. Selain kondisi bahu,Rossi juga mengalami masalah dengan performa motor Ducati-nya."Ini adalah saat yang sulit karena kami harus mengatasi masalah yang berbeda. Yang pertama adalah saya, dan saya butuh lebih banyak waktu untuk kembali ke puncak, atau pada level 100 persen, karena bahu saya masih sakit dan saya tak punya cukup tenaga pada paruh kedua balapan," ungkap Rossi, seperti dilansir Autosport."Secara khusus, saya kehilangan tenaga dalam pengereman dan mengubah arah," tambah juara dunia tujuh kali di kelas primer tersebut.Perjuangan Rossi di Jerez akan makin berat karena motor Desmosedici GP11 andalannya masih bermasalah. "Juga kami harus bekerja pada motor dan mencoba mengatasi sejumlah masalah. Selama tes saya ada dalam kondisi yang lebih buruk dibandingkan sekarang. Jadi, kami sudah bekerja, tapi belum cukup," tuturnya.Rider Italia ini juga mengakui bahwa para rivalnya lebih layak difavoritkan pada musim ini. Namun, dia bertekad untuk segera melewati masa-masa sulit di Ducati."Tim pabrikan lain, khususnya Honda, telah melakukan pekerjaan hebat dan membuat langkah besar," ujar Rossi."Masa awal bersama Yamaha juga jadi tantangan besar. Sekarang tentu sedikit lebih dulit karena levelnya sudah sedemikian tinggi," tandasnya.
[lanjut]

Pelajaran Dari The Doctor

Photobucket
Akhir pekan ini race kedua akan berlangsung di Sirkuit Jerez,Ben Spies yakin dapat mencetak hasil yang lebih baik lagi,Rasa percaya diri itu muncul usai Spies mendapatkan "pelajaran" dari Valentino Rossi.musim ini Spies mengawali kompetisi dengan finis keenam di Qatar. Untuk merebut posisi tersebut, ia bersaing ketat dengan rider kawakan Valentino Rossi. menurut Spies, pertarungan melawan The Doctor itu disebutnya sebagai sebuah pelajaran, yang bakal sangat berguna bagi si rider Amerika Serikat untuk melakoni balapan-balapan berikutnya. Di Losail, pembalap berjuluk The Elbowz tersebut dipaksa bertarung selama sembilan lap untuk akhirnya bisa menaklukkan Rossi.
Photobucket
"Saya belum pernah beradu dengan Valentino dalam periode selama itu. Dia sungguh sulit untuk dilewati. Dia tahu saya begitu dekat membuntutinya dan cara dia membalap membuat saya kesulitan untuk menyalip," tukas Spies seperti dikutip dari Speedtv.
"Saya belajar banyak tentang bagaimana teknik pengereman yang dia lakukan. Dia bagus di aspek tersebut dan praktis tidak ada kelemahan," lanjut pembalap Yamaha itu.Spies mengatakan bahwa pelajaran lain yang bisa dia petik adalah dalam perebutan posisi kesabaran merupakan hal yang diperlukan. "Valentino tahu bahwa saya berada sangat dekat di belakangnya, namun saya juga harus sabar karena kita tidak bisa bila hanya tancap gas dan berharap bisa menjauhi dia," ujar dia.
Kesabaran tersebut, menurut Spies dibutuhkan untuk menunggu lawan melakukan kesalahan. "Valentino tidak hanya membuat kesalahan, bahkan kecepatan dia sebenarnya juga tak secepat kecepatan saya. Namun begitu tetaplah sulit untuk bertarung melawannya. Tapi balapan kemarin sungguh bagus dan menyenangkan," tutup rider 26 tahun tersebut.
Dari "pelajaran" yang didapat di Losail, Spies berharap bisa meraih hasil yang lebih baik di MotoGP Spanyol akhir pekan ini. Musim lalu hasil buruk dia petik di MotoGP Spanyol yakni retired.
[lanjut]

Rossi Optimistis Di Jerez

Photobucket
Rossi tidak berhasil menjalani debut manis bersama Ducati setelah hanya finis di posisi tujuh dalam balapan perdana musim 2011 di Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB. The Doctor mengaku masih merasakan nyeri di bahunya dan tak bisa tampil maksimal.Untuk seri berikutnya di Jerez, Rossi lebih optimistis karena dia punya catatan apik di sirkuit itu."Qatar, dengan banyaknya sudut-sudut sulit dan area di mana kami mengerem ke kanan, itu sulit untuk bahu saya," ujar Rossi, di situs resmi MotoGP.Untuk seri berikutnya di Jerez, Rossi mencoba lebih optimistis. Dia tercatat enam kali memenangi balapan kelas primer di sana, yakni pada tahun 2001, 2002, 2003, 2005, 2007, dan 2009. Dia juga berharap karakter sirkuit sepanjang 4.423 meter itu tak akan menyiksa bahunya.
"Kita akan lihat apakah Jerez sedikit lebih mudah dari sudut pandang itu, meski saya pikir saya masih harus menggertakkan gigi saya untuk sementara waktu," tambah Rossi.
"Dari sudut pandang teknis, Jerez bukan trek paling favorit untuk Ducati, tapi saya selalu menyukainya dan kami pasti akan mencoba dan melakukan yang lebih baik daripada yang kami lakukan sampai sekarang," tandasnya."Sejak di Qatar, saya terus bekerja di gym untuk mencoba dan meningkatkan kekuatan saya dan khususnya daya tahan saya, tapi setelah Spanyol saya akan punya waktu hampir sebulan untuk memulihkan diri sepenuhnya, menyusul penundaan seri Jepang," imbuh juara dunia tujuh kali kelas primer tersebut."Untuk saat ini, kami akan melanjutkan pekerjaan pada setting, memakai segala sesuatu yang kami pelajari di Qatar, di mana kami menemukan sejumlah solusi bagus untuk balapan," pungkasnya.
[lanjut]

Valentino Rossi Akan Menjadi Ikon Produk Kaca Mata

Photobucket
The Doctor akan menjadi ikon produk kaca mata terkenal.Valentino Rossi masih menjadi salah satu pembalap MotoGP yang paling ampuh menjadi bintang iklan.
Oakley adalah,produsen kaca mata asal California, Amerika Serikat, yang mengikat Rossi untuk jadi duta besar produk-produknya. Tidak disebutkan berapa lama durasi kontrak mereka."Saya memilih bekerja sama dengan Oakley karena mereka punya ambisi, sama seperti saya," komentar Rossi perihal kerja sama tersebut seperti yang dilansir Globe Herald.Setelah digandeng Oakley, sosok Rossi akan menghiasi iklan-iklan mereka yang ditujukan untuk pasar Italia dan Spanyol. Di dua negara itu, MotoGP dan Rossi memang sangat populer.Rossi saat ini memakai produk Oakley edisi Holbrook. ke depannya, pembalap 33 tahun itu akan dibuatkan edisi khusus sendiri bertajuk 'V46 Signature Holbrook'.
[lanjut]

The Doctor Finis Ke 7

Photobucket
Juara tujuh kali MotoGP Valentino Rossi,harus puas finish di posisi tujuh pada gelaran seri perdana MotoGP di Qatar dini hari tadi. Rossi menyatakan bahwa masih ada rasa sakit pada cedera bahu dan itu sangat mempengaruhi performanya di sirkuit Losail.
Rossi sudah bermasalah sejak sesi pramusim, dan masalah itu berlanjut di seri perdana tadi. Memulai start dari posisi sembilan dan sempat menyodok ke posisi dua, tapi The Doctor malah melorot ke posisi tujuh.
Pertarungan Rossi hanya terjadi dengan pembalap Yamaha Ben Spies dan pembalap Yamah Tech3 Colin Edwards. Sayang, pembalap Italia tersebut tidak bisa bangkit dari posisi tujuh.
"Saya sudah memulai start dengan baik, dan perasaan saya sangat bagus sebab tenaga kuda motor langsung menyentak. Itu sangat membantu saya menyodok ke depan," jelas Rossi seusai balapan.
"Tapi, saya melakukan kesalahan kecil di tikungan pertama dan saya terpaku di belakang Hector Barbera selama beberapa lap. Saya juga sempat mendekati Marco Simoncelli dan Andrea Dovizioso, sayang saya tidak bisa menyalip mereka karena bahu terasa sakit," lanjut The Doctor seperti dilansir crash, Senin (21/3/2011).
Kendati bermasalah dengan kondisi fisik, Rossi tidak menyebut performa Ducati Desmosedici tunggangannya bermasalah. Mantan rider Honda dan Yamaha ini malah memuji performa motor.
"Tentunya kami tidak datang balapan jika hanya untuk posisi tujuh. Motor sangat baik dan kami selalu berpikir positif di setiap balapan. Buktinya, motor masih bisa melesat di awal lap," tutur Rossi.
Sementara itu rekan setim Rossi, Nicky Hayden juga mencatat hasil kurang memuaskan dengan hanya finish di posisi sembilan. Hayden berada di belakang Colin Edwars dan di depan pembalap Honda Gresini, Hiroshi Aoyama.
[lanjut]

Rossi Mulai Bangkit

Photobucket
Valentino Rossi tampil mengejutkan pada sesi latihan resmi pertama, jelang seri pembuka GP Qatar, Minggu (20/3/2011) nanti. Pembalap Italia yang tampil kurang memuaskan sepanjang sesi uji coba pramusim, sukses membuat gebrakan dengan tampil sebagai pembalap tercepat kelima di sirkuit Losail. Rossi terpaut kurang dari satu detik dari pembalap anyar Repsol Honda, Casey Stoner di tempat pertama.Ia mengaku tak terkejut dengan hasil apik yang ditorehkannya pada sesi free practice pertama, malam tadi. Pembalap anyar Ducati ini mengakui bahwa hasil bagus yang diraihnya kali ini merupakan buah dari kerja kerasnya dengan seluruh awak tim.
Menyikapi hasil impresifnya kali ini, Rossi mengaku cukup senang karena Desmosedici GP11 geberannya kali ini sudah jauh lebih mudah ditunggangi. Meski mengklaim masih bisa lebih baik, namun Rossi menilai hasil impresif kali ini merupakan buah dari hasil kerja keras timnya sepanjang jeda kompetisi.
“Kami semua puas dengan hasil di sesi latihan pertama ini, karena kami semua bekerja keras sepanjang musim dan berhasil meningkatkan performa dalam setiap kesempatan,” urai Rossi sebagaimana dikutip situs resmi MotoGP, Jumat (18/3/2011).
“Kami memodifikasi beberapa setingan dari saat uji coba, dan kami berhasil membuatnya lebih baik. Di putaran terakhir saat menggunakan ban keras, saya berhasil mencatatkan waktu terbaik dan hanya kurang sepersekian detik dari tempat kedua,” tandas juara dunia sembilan kali, yang tengah berambisi mencetak sejarah dengan menyabet mahkota juara dengan tiga tim berbeda
[lanjut]

The doctor Mulai Memahami Motornya

PhotobucketPembalap Moto GP Valentino Rossi mengaku gembira dan mendapatkan banyak motivasi setelah bergabung dengan tim senegaranya. Sebelumnya, Rossi selama 7 tahun bermain bersama tim Yamaha.Ia mengaku sempat terkejut karena sulit mengendarai Ducati. Ia pun secara blak-blakan mengatakan dirinya masih harus beradaptasi dengan motor barunya tersebut.
Pada sesi tes pra musim terakhir di Losail International Circuit, Qatar, pembalap asal Italia ini ada di urutan 13. Namun kemudian pada sesi latihan bebas pertama pada Jumat (18/3), ia menempati posisi lima.
"Saya harus akui awalnya saya menganggap motor saya gampang untuk dikendarai, tetapi ternyata cukup sulit. Meski demikian saya tidak khawatir sekarang karena tim Ducati senang bekerja dengan saya, mereka mempercayai saya dan saya rasa kami akan dapat memperbaiki keadaan," ujar pembalap yang dijuluki The Doctor ini seperti dilansir dari Autosport.
Pembalap yang 6 kali menjuarai Moto GP ini menilai ancaman terbesar bagi timnya bukanlah Yamaha, melainkan Honda. Ia pun mengaku pada perlombaan Minggu nanti, ia pesimistis dapat berada di posisi pertama.
"Saya mungkin akan lebih cepat dari sekarang karena telah memahami motor saya, tapi karena ini kejuaraan motor dunia jadi tantangan besar untuk Ducati, kami butuh lebih banyak waktu," ujarnya.
[lanjut]

Rossi Tetap Memiliki Motivasi Tinggi

PhotobucketMeski tak lagi menjadi unggulan, juara dunia tujuh kali MotoGP Valentino Rossi dengan tim barunya Ducati tetap memiliki motivasi tinggi menatap seri perdana Musim ini Yang akan berlangsung beberapa hari lagi di sirkuit losail Qatar. The Doctor memang tengah mengejar rekor yang baru. Ia ingin menjadi pembalap pertama yang mampu menjadi juara dunia bersama tiga tim pabrikan yang berbeda (Honda, Yamaha dan Ducati). Namun upaya Rossi mengejar rekor ini bakal terhalang jalan yang terjal.
Karena ia masih mengalami kendala dengan pengedalian motor Desmosedici GP 11 terutama saat melintasi di tikungan dan kekuatan fisiknya yang masih bermasalah karena cedera bahu. “Pada sesi latihan pertama Grand Prix Qatar ini, kami akan memulai dengan setingan terakhir di saat uji coba. Karena catatan waktu terbaik kami masih buruk,” ungkap Rossi yang dalam uji coba terakhir di Barcelona, Spanyol masih tertinggal 1,3 detik di belakang Casey Stoner (Honda).
“Rasa nyeri di bahu saya bukanlah masalah utama. Karena jika ingin meraih hasil yang bagus kita harus menemukan solusi untuk meningkatkan kecepatan pacuan. Tampil bersama Ducati dalam balapan akhir pekan nanti membawa rasa emosional buat saya. Apalagi warga Italia akan merayakan 150 tahun unifikasi Italia,” ungkap Rossi.
Tak lupa pembalap kelahiran Urbino, Italia itu mengucapkan belasungkawa pada masyarakat Jepang yang baru saja ditimpa bencana gempa dan tsunami pekan lalu.
“Ini merupakan momen sulit untuk masyarakat Jepang. Apa yang terjadi di sana sangat menakutkan. Namun saya yakin masyarakat Jepang kuat menghadapi cobaan ini. Kami semua berada di belakang kalian,” ungkap Rossi. [L-9]
[lanjut]

VR46 Belum Menemukan Performa Terbaiknya

PhotobucketMusim Baru MotoGP segera dimulai,namun The doctor belum juga menemukan performa terbaik pada tes terakhir. Bintang anyar Ducati itu masih terganjal cedera bahu.
Mantan Bintang Yamaha itu masih berusaha menyembuhkan cederanya setelah operasi pada musim dingin lalu. Cedera yang dialaminya pada ajang motorkros ini, membuat performa Rossi terpuruk sepanjang 2010.
Bahkan pada tes terakhir di Doha, Rossi hanya mampu finis pada peringat 13. Bukan hanya itu, The Doctor juga kembali terjatuh dari motornya. Menurut Rossi, cedera bahu kembali menjadi kendala buatnya.
“Saya mengatakan hari ini cukup menantang. Kondisi cuaca lebih berat ketimbang kemarin, dan saya mengalami kecelakaan lagi ketika saya tergelincir pada garis putih. Beruntung, tidak ada yang serius,” jelas Rossi.
“Masalah utamanya adalah, saya mulai kehilangan kekuatan pada bahu dan tidak mampu menggeber motor lagi. Ini sangat disayangkan, karena mencatat waktu lebih baik ketimbang sehari sebelumnya,” lanjut pembalap asal Italia.
Kendati demikian, Rossi tetap percaya, kondisi Ducati hari ini lebih baik ketimbang tes sebelumnya. Sementara itu, cedera bahu masih menjadi masalah utama yang sangat dikhawatirkan olehnya.
“Kami memang tidak tertinggal terlalu jauh seperti yang terlihat, namun kami masih harus banyak bekerja, khususnya saya dan motor. Sebab, bahu ini seperti belum mampu menanggung beban selama dua hari tes,” ujar Rossi.
“Oleh sebab itu, antara hari ini dan Kamis besok, saya akan melakukan latihan ringan, serta melakukan pijat. Setelah itu, mari kita lihat apa yang akan terjadi pada lomba nanti,” tandasnya dilansir Autosport, Selasa (15/3/2011).
[lanjut]